Kebiasaan buruk saat muda sangat berpengaruh terhadap kondisi finansial di hari tua. Termasuk kebiasaan memanfaatkan pinjaman cepat tanpa perhitungan yang cermat. Sayangnya masih banyak yang belum sadar dengan beberapa kebiasaan buruk yang bikin susah di hari tua.

Sebab itulah, kamu harus menyadari bahwa kebiasan buruk berikut ini sebaiknya dihindari agar masa tua kamu tidak dilalui dengan penuh kesulitan secara finansial. Berikut ini adalah 5 kebiasaan buruk yang bikin kamu jatuh miskin di hari tua.

  1. Memaksakan diri hidup seperti orang kaya

Kebiasaan buruk yang paling tidak disadari adalah selalu berusaha tampil seperti layaknya bergelimang harta. Kebiasaan buruk seperti ini ternyata banyak dialami para selebgram demi mendapatkan foto cantik serta terlihat memiliki kehidupan yang glamour.

Demi pencitraan, apapun tetap dilakukan bahkan meski harus meminjam uang ke teman demi liburan ke luar negeri agar bisa update di Instagram. Peribahasa “besar pasak daripada tiang” rasanya masih relevan saat ini karena masih banyak anak muda yang hanya mengejar kesenangan semu dengan modal cekak.

  1. Terlalu menuruti keinginan dibandingkan kebutuhan yang ada

Kadang-kadang kita dihadapkan dengan kebutuhan dan keinginan dalam waktu yang bersamaan. Sebenarnya orang yang paling tahu apa saja yang dibutuhkan adalah diri sendiri. Keinginan kerap kali menjadi salah satu sumbangsih terbesar dalam merusak anggaran keuangan bulanan.

Untuk membedakan mana keinginan dan kebutuhan, mulailah untuk menyusun bujet belanja bulanan mulai dari hal-hal receh sampai dengan hal yang memang kebutuhan pokok. Dengan begitu kita bisa mengetahui apa saja yang sebetulnya diinginkan dan bisa dijadikan target belanja dengan cara menabung terlebih dahulu.

  1. Susah menabung

Konsep menabung sebenarnya sangat mudah dengan cara menyisihkan pendapatan berapapun persentasenya. Sayangnya kebiasaan menabung ini kerap kali disepelekan. Padahal sudah terbukti bahwa kebiasaan menabung uang koin sekalipun bisa dijadikan pegangan terutama dalam kondisi mendesak.

Sudah pernah tahu kan ada orang yang membeli sepeda motor dengan uang koin Rp1.000 yang dikumpulkan selama bertahun-tahun? Bahkan lebih haru lagi ada pedagang kecil, tukang becak yang bisa kurban bahkan naik haji karena kebiasaan menabung setiap hari, sekalipun harus memulai dari uang receh.

  1. Melupakan investasi

Masa muda sebenarnya masa kerja keras jika punya target pensiun lebih cepat atau mendapatkan kebebasan finansial lebih cepat.

Ada kisah menarik di Jepang tentang seorang anak muda yang pensiun di usia 35 tahun dan memiliki properti miliaran rupiah yang kemudian disewakan kepada orang lain. Ternyata sejak bekerja dia sudah mulai menabung dan berinvestasi di bidang properti. Tak hanya itu saja, ia bahkan rela makan mi instan setiap hari dengan mewujudkan resolusinya tersebut.

Zaman digital saat ini justru kaum milenial lebih dimudahkan dengan beragam model investasi. Mulai dari investasi saham, reksadana hingga menabung emas digital. Oleh karena itu, mulailah memikirkan berinvestasi demi kehidupan finansial lebih baik di hari tua.

  1. Teledor dalam menggunakan pinjaman cepat

Kebiasaan anak muda yang satu ini memang menjadi masalah personal. Umumnya penggunaan pinjaman digunakan untuk kebutuhan konsumtif. Padahal, jika mau lebih bijak lagi, keperluan seperti ini paling cocok untuk kebutuhan produktif seperti untuk modal usaha atau hanya kepentingan mendesak lainnya.

Supaya tidak makin terpuruk, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan. Misalnya seperti saran dari OJK, pilih perusahaan pinjaman cepat yang hanya terdaftar di OJK secara resmi.

Alasannya karena lebih terjamin transparansinya mulai dari bunga, tenor, cicilan hingga biaya admin harus benar-benar diinformasikan kepada calon debitur. Kredivo memberikan bunga pinjaman sebesar 2.95 persen dengan pilihan tenor mulai dari 30 hari, 3 dan 6 bulan. Malah untuk belanja online, tenor bisa lebih panjang hingga 12 bulan.

Salah satunya seperti Kredivo yang sudah terdaftar secara resmi dengan nama PT FinAccel Digital Indonesia dengan nomor registrasi S-236 / NB.213 / 2018.

Kredivo bukan pinjaman cepat biasa. Selain bisa dimanfaatkan untuk mengajukan pinjaman secara tunai, dapat juga digunakan layaknya seperti kartu kredit digital untuk berbelanja di beberapa marketplace terkemuka seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Blibli, dan sebagainya.

Terlebih saat ini hampir semua kebutuhan finansial bisa didapatkan lewat aplikasi Kredivo seperti pembelian token listrik, pulsa hp, pembelian tiket pesawat, dan pembayaran berbagai tagihan dalam satu aplikasi.

Nah, jika tertarik dengan kemudahan yang diberikan Kredivo, unduh aplikasinya lewat Google Play Store dan App Store, kemudian daftarkan diri kamu secara mudah, bisa online kapan saja.